SALDO ZONK DAN PKH TIDAK CAIR , INI SOLUSINYA PENCAIRAN BANSOS DAN PENJELASANYA TENTANG STATAUS BANSOS

 PKH Tidak Cair atau Zonk sering kita temukan kalimat ini di sosial media maupun lingkugan sekitar kita yang mengikuti program keluarga harapan ini yang disingkat PKH. 


 
 
 PKH ini telah di adakan jauh sebelum masa pandemik covid19 namun setelah adanya covid19 PKH ini dikenal kembali bahkan pesertanya jadi membludak di pandemik ini.

 
 
 Sebelum saya jelaskanpemecahan bansos pkh yang tidak cair bisa dismimak langkah cek onlineny terlebih dahulu! Simak langkah-langkahnya.





  1. Kunjungi website http://cekbansos.kemensos.go.id 
  2. Setelah itu pilih provinsi, kabupaten/kota, kecataman, dan desa tempat Anda tinggal 
  3. Ketikkan nama penerima manfaat 
  4. Masukkan dua kata yang tertera dalam kotak kode 
  5. Jika tidak jelas huruf kode, klik kotak kode tersebut untuk mendapatkan kode baru Lalu klik tombol "Cari Data". 
  6. Sistem akan mencocokan nama KPM dan wilayah yang diinput serta membandingkan dengan nama yang ada dalam database Kemensos. 

Nah, begitu langkah-langkah pengecekanya tapi sering sekali masyarakat kebingunggan dengan istilah PKH pada keterangan kolom di data tabel cekbansos online ini.

Video Penjelasan Status DTKS





Untuk  penjelasannya apa saja pengertian istilah-istilah bansos PKH ini, Bisa disimak dibawah ini :


  1. PKH adalah program keluarga harapan
  2. Faskes adalah fasilitas kesehatan
  3. Fasdik adalah fasilitas pendidikan
  4. Himbara adalah himpunan bank negara
  5. FC adalah final closing
  6. TC adalah temporary final closing
  7. Pencairan adalah pembayaran bantuan kepada penerima manfaat
  8. Kroscek adalah pengecekan data sebelum dilakukan final closing
  9. KUBE adalah kelompok usaha bersama
  10. FDS adalah family development session
  11. KPM adalah keluarga penerima manfaat
  12. RTSM adalah rumah tangga sangat miskin
  13. KSM adalah keluarga sangat miskin
  14. BNBA adalah by name by address
  15. BA adalah berita acara
  16. Verifikasi adalah pengecekan komitmen kepesertaan penerima manfaat di fasdik atau faskes
  17. Lansia adalah lanjut usia
  18. ART adalah anggota rumah tangga
  19. QS adalah quick status
  20. SPM adalah sistem pengaduan masyarakat
  21. LW adalah luar wilayah
  22. Lapbul adalah laporan bulanan
  23. CKP adalah cek list kegiatan pendamping
  24. Pendamping adalah yang dimaksud Pendamping Sosial PKH
  25. APD adalah Administrator Pangkalan Data
  26. Korkab adalah koordinator kabupaten
  27. Korwil adalah koordinator wilayah
  28. Pemutakhiran adalah pembaharuan data peserta PKH
  29. NE adalah non eligible
  30. E adalah eligible
  31. PK adalah pertemuan kelompok

nah itulah informasi seputar langkah cek onlinenya hingga singkatan pada cek onlinenya
 
 PKH sering terjadi dimana dana tidak cair semua hingga banyak anggota PKH mengalamai saldo nol atau gagal cair. Gagalnya pencairan bisa terjadi berbagai karena kesalahan pemilik hak dana PKM, sistem bahkan penyalur uang dana PKH, Jadi saya akan jelaskan bagaimana solusi dan mengapa tidak ciar PKH ke pihak penerima manfaat. Berikut tanya dan jawabnya yang dirangkum dari berbagai sumber

 Pertanyaan 1
 
 Pertayaan Mengapa PKH Anak Sekolah saya tidak cair padahal komponen seperti anak sekolah dan hal lainya terpenuhi?

 
 Jawabanya Silahkan Cek Kartu Keluarga (KK) milik anda apakah benar sesuai dengan data dukcapil? Jika ada perbedaan di Kartu Keluarga Seperti Penceraian suami-istri dan tidak lapor ke dukacapil, maka bansos PKH tidak bisa di cairkan di karenakan data di Dukcapil tidak sama dengan data dari Kemensos atau di sistem bansos PKH
.Jadi untuk Perubahan data peserta penerima bansos sangat berpengaruh kepada status penerima bansos itu sendiri. Alangkah bijak dan baiknya jika sebagai para penerima bansos selalu melakukan pembaharuan data minimum 5 tahun sekali dan jika ada peceraian yang berakibat data KK berubah maka segara untuk di update datanya di DUKCAPIL. Hal ini untuk memastikan data anda tidak mengalami perubahan.
 
 
 Pastikan untuk melaporkan setiap perubahan data keluarga baik pengurangan art maupun penambahan art sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hindari untuk tidak jujur kepada petugas agar tidak menyulitkan diri anda sendiri.
Pertayaan 2
 
 Pertayaan Status Kepesertaannya KPM di program bantuan sosial sudah dihapus oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia karena dinilai sudah tidak layak menerima bantuan sosial karena naik Desil-nya.

 Jawabanya Tidak ada. Saat ini memang sedang ada perbaikan data di DTKS sehingga memungkinkan beberapa KPM naik Desil-nya yang mengakibatkan dihapuskannya KPM tersebut dari daftar peserta program bantuan sosial.
Pertanyaan 3
 
 Pertayaan Status Kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif tapi ada kendala pada data KPM yang belum padan dengan DTKS meskipun datanya sudah padan dengan data di Disdukcapil.
Solusi Cek ke Operator SIKS NG di desa/ kelurahan untuk mencocokan data antara di KK dan KTP dengan DTKS.
 
 
 Pertanyaan 4

 Pertayaan Status Kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, data KPM sudah padan dengan DTKS tapi belum padan dengan data di Disdukcapil.
 
 Solusi Datang ke Disdukcapil untuk mengaktifkan nomor KK dan NIK yang saat ini dimiliki. Bisa jadi meski sudah memperbaharui data di KK dan KTP tapi Nomornya belum diaktifkan. Jika ini yang terjadi maka nomor KK dan NIK akan tercatat INVALID.

 
 Pertanyaan 5
 Status Kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, data KPM sudah padan dengan DTKS dan Disdukcapil tapi data di bank belum padan.
 
 Solusi Bawa KK, KTP, Buku Tabungan, KKS dan Surat Pengantar dari Dinas Sosial yang menyatakan bahwa anda benar-benar KPM dari sebuah program bantuan sosial. Lakukan pengecekan data dari dokumen di atas dengan data di bank.

 Khusus pemilik rekening yang sebenarnya adalah pengurus pengganti dari KPM yang meninggal atau berhalangan tetap sebaiknya minta didampingi oleh Pendamping Sosial yang bertugas di wilayah tersebut karena Pengurus Pengganti yang saat ini diakui adalah mereka yang merupakan keluarga inti dari KPM seperti Fraulein, Ibu dan Anak yang sudah cakap hukum.
Pertanyaan 6
 
 Pertayaan Status Kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, data KPM sudah padan dengan DTKS dan Disdukcapil dan data di bank juga sudah padan.
Solusi Tunggu sekitar 1-2 minggu karena proses penyaluran bantuan sosial dilakukan secara bertahap dan melalui beberapa termin. Jika ternyata masih kosong, segera lakukan cetak rekening koran di bank penyalur.
 
 
 Proses cetak rekening koran tidak bisa diwakilkan, harus oleh pemilik rekening itu sendiri dengan membawa KTP, Buku Tabungan dan KKS. Setelah melakukan cetak rekening koran, segera melapor ke Pendamping Sosial yang bertugas di wilayah tersebut untuk kemudian dilakukan Rekonsiloasi Dana Bantuan Sosial oleh pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan pihak HIMBARA (Himpunan Bank-Bank Milik Negara)
.
 
 Khusus bantuan BSP Sembako tidak bisa dilakukan cetak rekening koran tapi bisa dilakukan pengecekan saldo melalui Agen BSP Sembako dengan cetak struk cek saldo. Bawa struk cek saldo ke Pendamping Sosial yang bertugas di wilayah tersebut.



 

LihatTutupKomentar